Wednesday, April 23, 2014

Sistem Basis Data: Transaksi

 

 

Pengertian

Transaksi adalah satu atau beberapa aksi yang dilakukan program aplikasi untuk mengakses atau mengubah isi basis data.

Tujuan

Melindungi database dari kehilangan data dan kerusakan.

Elemen  

Atomicity
Semua operasi dalam transaksi dapat dikerjakan seluruhnya atau tidak sama sekali. 

Consistency
Eksekusi transaksi harus dapat menjamin data tetap konsisten setelah transaksi berakhir. 

Isolation
Jika pada sebuah sistem basis data terdapat sejumlah transaksi yang dilaksanakan secara bersamaan, maka semua transaksi yang dilaksanakan pada saat yang bersamaan tersebut harus dapat dimulai dan bisa berakhir.

Durability
Perubahan data yang terjadi setelah sebuah transaksi berakhir dengan baik, harus dapat bertahan bahkan jika seandainya sistem mati. 

Operasi

Commit 
Menandakan bahwa transaksi telah selesai dilaksanakan.
 
Rollback
Memberitahukan bahwa transaksi harus diulang karena adanya suatu kegagalan.



Hal Yang Harus Dicegah

Dirty Read
Transaksi membaca data dari hasil transaksi lainnya yang gagal. Kedua transaksi tersebut berjalan bersamaan.

Non-Repeatable Read
Transaksi membaca ulang data yang telah di baca sebelumnya karena data tersebut telah di modifikasi oleh transaksi lainnya

 Phantom Read
Transaksi membaca sebuah data yang telah hilang akibat dari transaksi yang lainnya.

Level Isolasi

Read Commited
Transaksi hanya dapat melihat perubahan data setelah transaksi lain telah commit pada data tersebut. 

Serializable
Level ini mengemulasikan eksekusi transaksi secara serial.
Untuk mengaplikasikannya: 
SET TRANSACTION ISOLATION LEVEL SERIALIZABLE; 


Lock Protocol

Shared Lock (S-LOCK)
Jika transaksi memiliki shared lock pada suatu data, transaksi tersebut hanya bisa melakukan pembacaan.

 Exclusive Lock (X-LOCK)
Bagi transaksi yang memiliki exclusive lock pada suatu data, transaksi tersebut dapat melakukan perubahan dan pembacaan terhadap data tersebut.


Penguncian Level Tabel

LOCK TABLE [nama tabel];

 

Penguncian Level Baris

Penguncian level baris hanya berlaku untuk operasi UPDATE dan DELETE.

Deadlock

Situasi dimana dua atau lebih transaksi dalam kondisi wait-state, satu sama lain menunggu Lock dilepas sebelum di mulai.





----------------------------------------------



Referensi :
- Slide Pak Yudi Wibisono
- Modul Sistem Basis Data 2012
- Modul Sistem Basis Data 2014

Tuesday, December 31, 2013

Pentingnya Bisnis Plan


  
Sebelum memulai bisnis plan, ada rumus wirausaha yang harus selalu diingat ketika hendak memulai usaha.

Rumus tersebut terlihat sederhana tapi mencakup sebuah sistem yang menjadi bagian dari bisnis plan. Sistem sendiri adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk mencapai sebuah tujuan. Tujuan setiap seorang wirausaha tentu berbeda, sedangkan sukses hanyalah sebuah alat ukur dari pencapaian sebuah tujuan.
 
 -----------------------------------

            


Apa Itu  
Bisnis Plan?


Bisnis plan adalah sebuah peta untuk berwirausaha. Peta ini berisi SDM, biaya, manajemen, produksi, waktu, timeline, pasar, SWOT, visi, misi dan lainnya. Untuk menjalankan bisnis plan sendiri, seorang wirausaha harus memiliki empat aspek penting yaitu:

                


Setelah merancang bisnis plan, ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan. Ketiga tahap tersebut dilakukan berulang-ulang selama kegiatan berwirausaha berlangsung.




 SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. (Sumber: Wikipedia)




 

Peran Bisnis Plan


Bisnis plan memiliki peran yang sangat penting dalam wirausaha,  untuk mencapai kesuskesan dalam berwirausaha bisnis plan menentukan keberhasilan dari usaha tersebut sebanyak 60%, sedangkan 40% berada di tangan Tuhan.

Dalam kata lain, kesuksesan dalam berwirausaha takkan lepas dari campur tangan Tuhan. Sebaik apapun bisnis plan yang dirancang, tanpa campur tangan Tuhan tentu takkan berhasil.



 
Bisnis plan yang baik takkan menghindarkan seorang wirausaha dari masalah. Mau tak mau, masalah akan selalu dihadapi oleh seorang wirausaha. Tapi mengacu kepada bisnis plan, tentu masalah dan resiko yang datang mampu teratasi.